Jumat, 05 September 2014

Ekologi Tanaman Kakao (Theobroma cacao)

Coklat atau lebih dikenal dengan nama kakao merupakan tanaman penghasil bahan campuran minuman atau makanan seperti cake, roti dan lain sebagainya. 

Coklat masuk dalam anggota famili Streculiaceae. Coklat dapat tumbuh pada lintang 20 derajat lintang utara dan 20 derajat lintang selatan. Ada dua jenis coklat yang dipasarkan di dunia saat ini yaitu edel cacao atau fine flavoured cocoas dan bulk cocoas. Bulk cocoas adalah coklat yang berasal dari tipe Foraster sedangkan edel cacao berasal dari hibrida Coriolla dan Forestero.

Coklat akan tumbuh dengan baik di dataran rendah pada ketinggian 0 - 500 meter dari permukaan laut. Ketinggian yang terbaik untuk tanaman coklat adalah di bawah 300 meter di atas permukaan laut.

Suhu yang cocok untuk tanaman coklat ini adalah berada pada kisaran antara 26 sampai 28 derajat celcius. Pada daerah-daerah yang mempunyai kisaran suhu sampai jatuh di bawah 18 derajat celcius atau naik sampai 35 derajat celcius tidak baik untuk tanaman coklat.

Curah hujan yang baik untuk tanaman coklat adalah berkisar antara 1500 sampai 2000 mm per tahun dimana hujannya terbagi merata sepanjang tahun. Ternyata angka tersebut sedikit berbeda dengan kenyataan di Filipina, dimana curah hujan yang baik untuk tanaman coklat disana adalah antara 1600 sampai 2200 mm per tahun. Coklat sangat sensitif terhadap kekeringan dan mengalami moisture strea yang dapat menyebabkan pembungaan melambat, akibatnya produksi bunga  berkurang dan keguguran pada buah muda.
Angin yang terlalu kencang tidak baik untuk tanaman coklat. Jika suatu daerah sering diserang angin kencang maka daerah tersebut tidak ideal untuk tanaman coklat. Akibat yang ditimbulkannya selain kerusakan mekanis seperti dahan patah atau pohon tumbang, juga dapat mengakibatkan banyaknya energi hilang karena transpirasi yang tinggi. Keadaan tersebut tentu saja pada akhirnya akan menurunkan produksi buah.

Tanah yang disukai oleh coklat adalah tanah-tanah bersolum (lapisan) yang dalam dengan drainase yang baik pada top soil (permukaan tanahnya), porous dengan tekstur lempung berpasir yang kaya akan bahan organik. Reaksi tanah (kemasaman tanah) yang diinginkan oleh tanaman coklat adalah tanah netral dengan pH 6 sampai 7. Akan tetapi, tanaman coklat mempunyai kisaran toleransi yang cukup luas yaitu pH antara 4 sampai 7,4 untuk top soilnya dan 4 sampai 8,3 pada sub soil (lapisan tanah bawah).

Serangga hama pada tanaman kakao

Penggerek buah kakao (PBK) 

Hama yang menyerangnya Conopomorpha cramerella, harga kakao yang rendah biasanya selalu dihubungkan dengan adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) ini, serangga ini bisa dikatakan sebagai hama utama yang menyerang tanaman kakao.

Buah kakao terserang dapat dilihat dengan gejala belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva, pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil, karena biji-biji saling melekat menyebabkan buah terserang jika dikocok tidak berbunyi, sedangkan buah sehat akan berbunyi, tanaman selain kakao yang dapat terserang yaitu rambutan.

Petani sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat  terserang hama PBK atau tidak, gejalanya hanya dapat dilihat ketika buah kakao/cokelat dibelah, apabila buah kakao dibelah terlihat isinya sudah tidak beraturan akibat gerekan larva dari dalam buah, petani akan menderita kerugian besar, sehingga upaya pembahasan PBK dan alternatif pengendaliannya menjadi penting.

Jika pada hamparan tanaman kakao terserang berat diprediksi tidak dapat menghasilkan produksi optimal, akibatnya buah kakao menjadi rusak dan cacat akibat serangan hama ini, dengan demikian perlu diupayakan semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut baik secara preventif maupun kuratif, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian.

Hama PBK biasanya meletakkan telurnya setelah matahari terbenam pada alur kulit buah kakao. Setelah telur menetas akan menjadi larva.

Pengendalian hama penggerek buah kakao

Pengendalian dapat dilakukan baik secara preventif maupun kuratif. serangan PBK dapat mencapai 0 % apabila dilakukan aplikasi 1 x insektisida yang telah direkomendasikan oleh Komisi Pestisida sebelum sarungisasi menggunakan kantong plastik.

Tindakan Pencegahan Serangan PBK

?Karantina

Metode karantina dilakukan bertujuan mencegah masuknya hama dari negara lain seperti Philipina dan Malaysia atau dari satu daerah ke daerah lain dengan cara menghindari masuknya buah yang terjangkit serta bahan maupun alat yang mengandung hama PBK.

Frekuensi Panen

Kakao yang dipanen sering kurang beresiko terserang hama PBK . Kulit buah yang telah dipanen perlu dikumpulkan dan dibenamkan ke dalam tanah sehingga mampu menekan populasi serta perkembangbiakan PBK karena banyak larva yang juga ikut terbenam bersama kulit buah menjadi kompos.

Pemangkasan

Pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu teknik pengendalian hama PBK, karena kanopi menjadi tidak terlalu rimbun. Kondisi kanopi yang rimbun sangat kondusif bagi pertumbuhan hama PBK. Dengan pertimbangan bahwa kelemahan imago PBK  tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila sering dilakukan pemangkasan teratur akan dapat menekan populasi hama karena distribusi sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata. Pemangkasan bentuk pohon kakao dilakukan dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m memudahkan saat pengendalian dan panen.

Pemupukan

Apabila unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi akan memperlancar proses metabolisme tanaman. Selanjutnya akan mempercepat masaknya buah, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan buah dan memungkinkan frekuensi panen lebih sering. Pertumbuhan tanaman yang sehat akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama PBK.

Tindakan Kuratif Pengendalian  PBK

Sanitasi dan Sistem Rampasan.

Sanitasi berarti membersihkan areal kebun dari daun kering, ranting kering, kulit buah dan gulma yang berada di sekitar tanaman. Keadaan yang bersih menjadikan kondisi yang tidak sesuai bagi hama PBK.

Sistem Rampasan dimaksudkan memetik buah terserang PBK. Pada akhir panen, semua sisa buah kakao dipetik dan dimusnahkan. Daur hidup hama akan terputus, sehingga serangan pada periode berikutnya akan rendah.

Kondomisasi/ Pembungkusan.

Kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. Caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm


Untuk menjaga stabilitas tingkat serangan hama PBK 0 % dapat dilakukan tindakan berikut :


  • Didahului dengan aplikasi insektisida satu kali pada saat panjang buah 8-12 cm, selanjutnya buah tersebut dibungkus plastik 

  • Panen sering, buah yang masak dijemur.

  • Disertai pemangkasan dan pemupukan sesuai dosis anjuran

menanam-tanaman
(Sumber foto: ragambudidaya.blogspot.com)

Sumber :
* BPPP Ketindan (Hama kakao)

Cara Bercocok Tanam Bayam dengan Sistem Hidroponik

Bayam merupakan tanaman yang tersebar  sangat luas keberadaannya, dapat tumbuh liar di banyak tempat. Bayam dapat juga tumbuh di ketinggian sampai 1000 meter dari permukaan laut. tetapi pertumbuhannya jauh lebih jika di dataran rendah tropika. Terdapat banyak varietas; mulai dari yang berwarna hijau tua, hijau muda, merah campur hijau sampai berpigmen merah jelas dengan nilai gizi yang tinggi. Beberapa diantaranya merupakan tanaman hari pendek dan ditanam pada bulan musim panas sebagai sayuran hijau. 

Umur pertanaman bayam adalah 4 - 6 minggu, sehingga dapat disertakan dalam pergiliran pertanaman tiga bulanan dengan cara yang sama seperti pada kangkung. Bayam agak sulit penanamannya jika dibandingkan dengan kangkung, tetapi dengan pemeliharaan yang baik dapat memberikan hasil sebesar 15 - 20 ton/ha selama pertanaman empat minggu. Hasil komersial rata-rata dapat mencapai sekitar 10 ton/ha.

Budidaya

Hampir semua jenis tanah dapat digunakan untuk budidaya bayam; kapur hanya diperlukan jika pH di bawah 5,0. Tanah gambut masam dengan pH 4,0 - 4,5 akan memerlukan 1 ton/ha kapur setiap tahun untuk tanaman ini.

Benihnya sangat kecil dan harus dijaga agar penyebarannya merata dalam lubang-lubang tanam yang berjarak 15 cm. Penyiraman juga harus dilakukan dengan hati-hati agar benih tidak tergusur. Atau dapat juga dilakukan dengan cara; benih disebar merata dan diperjarang, atau dapat juga dicampur dengan pasir halus agar penyebarannya lebih merata. Jika penanaman dilakukan dengan cara pindah tanam (disemaikan terlebih dahulu), tanaman semai harus ditanam pada tinggi 10 cm untuk panen tunggal (yang dipanen dengan mencabut) atau pada tinggi 15 - 20  cm untuk beberapa kali panenan melalui pemotongan berulang tunas-tunas baru. Melalui pindah tanam, hasil maksimum yang diperoleh setelah 7 - 8 minggu, tetapi untuk kualitas hasil panen yang baik perlu dipanen lebih awal. Cara panen yang lazim adalah dengan mencabut tanaman semai, tetapi kualitas yang baik dan hasil yang tinggi dapat juga diperoleh melaui pemotongan (pemangkasan) dengan interval waktu 3 - 4 minggu.

Pemupukan untuk bayam ini sama seperti kangkung. Pemberian air dianjurkan agar dilakukan dengan hati-hati dan sedikit-sedikit, dua kali sehari pada cuaca kering.

Perlindungan Tanaman

Tanaman bayam relatif bebas gangguan. Namun terkadang penyakit busuk daun (Thanatephorus cucumeris) dapat parah pada saat cuaca basah dan pertanaman yang lebat. Dalam kondisi yang sama pula, kapang lendir (Physarum cinereum) dapat menghancurkan daun dan meluas dengan cepat. Kedua penyakit ini dapat dikendalikan dengan fungisida spektrum lebar, seperti Dithane M-45, Daconil dan senyawa-senyawa tembaga.
Berbagai kumbang pemakan daun dibasmi dengan menggunakan pestisida tetapi penggunaan pestisida umur pendek sebaiknya digunakan secara bijaksana.

menanam-tanaman
(Sumber foto: berita.grosirkeripik.com)

Kamis, 04 September 2014

Cara Bercocok Tanam Kangkung (Ipomoea aquatica)

Tanaman kangkung atau biasa juga disebut kang kong merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat serta memberikan hasil panen dalam waktu 4 sampai 6 minggu setelah tanam. Bahkan di dataran rendah tropika, kangkung sudah dapat dipanen ketika berumur 25 hari dan mampu menghasilkan lebih dari 20 ton/ha daun segar. Sedangkan pertanaman komersial mampu menghasilkan 15 ton/ha sepanjang beberapa kali melakukan panen berturut-turut. Sedangkan jika ditanam di daerah pegunungan membutuhkan waktu 40 hari untuk satu kali panen, sehingga kangkung dapat dimasukkan dalam pergiliran dengan pertanaman tiga bulanan dengan dua atau tiga kali penanaman selama periode tanam tersebut.

Ada dua macam kultivar atau jenis kangkung yang telah dikenal, yang pertama adalah kangkung darat, yang ditanam di lahan kering dengan menggunakan biji, atau lebih dikenal dengan nama kangkung cina. Sedangkan varietas yang lainnya adalah varietas yang tumbuh liar di sawah dan tempat berair lainnya.

Budidaya Kangkung

Jika bercocok tanam dengan menggunakan biji dengan ukuran diameter sekitar 3mm, dapat disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak tanam kira-kira 5 cm antar masing-masing biji. Kultivar atau varietas yang berbiji dapat tahan terhadap tanah lembab dan tumbuh baik saat musim hujan.

Kapur kurang dibutuhkan dalam pertanaman kangkung, kecuali jika ditanam pada tanah yang sangat masam. Dosis pupuk yang dapat dianjurkan untuk kangkung adalah sebagai berikut:

1. Dengan pupuk organik: 20 ton/ha dan 250 kg/ha urea yang diberikan selama dua minggu pertama, yang diberikan dengan cara disiramkan.
2. Tanpa pupuk organik: 200 kg/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM sebagai pupuk dasar dan 250 kg/ha urea dengan cara pemberian seperti di atas.

Dalam sistem pergiliran tiga kali pertanaman yaitu tiga pertanaman berturut-turut masing-masing selama 25 - 28 hari, pertanaman pertama ditumbuhkan dari biji dan dua pertanaman berikutnya adalah hasil dari pertumbuhan kembali tunas-tunas yang telah dipanen sebelumnya. Untuk hasil panen yang baik, diperlukan penyiraman teratur dan sering pada cuaca kering.

Perlindungan Tanaman
Tanaman kangkung tahan dan memerlukan hanya sedikit perlindungan. Penyakit jamur yang biasanya menyerang kangkung adalah karat putih (Albugo ipomoeae - panduratae). Penyakit ini peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate, tetapi jika benih diberikan perlakuan kimiawi dengan thiram dan kehigienisannya diperhatikan, maka penyakit ini tidak menjadi masalah. Serangga yang biasanya menyerang adalah serangga pemakan daun yang dapat dikendalikan dengan penyemprotan strategis senyawa organofosfat yang dilakukan jauh sebelum waktu panen.
menanam-tanaman
(Sumber foto: saranaagri.wordpress.com)

Rabu, 03 September 2014

Ekologi Tanaman Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan salah satu tanaman sereal yang terpenting. Tanaman ini merupakan bahan makanan pokok hampir separuh penduduk duni, sedangkan di Indonesia merupakan bahan makanan pokok utama.

Pembungaan padi dipengaruhi oleh dua faktor ekologi yaitu suhu dan fotoperiodisma atau fotoperiode.

Suhu rata-rata yang dibutuhkan tanaman padi selama pertumbuhannya adalah antara 20 - 30 derajat celcius, walaupun demikian di jepang padi dapat tumbuh dengan baik dimusim panas pada suhu 21 derajat. Lebih rinci lagi tanaman padi menghendaki suhu minimum pada saat perkecambahan 11 - 13 derajat celcius dan untuk berbunga antara 22 - 23 derajat dan pada saat pembentukan bulir antara 20 - 21 derajat. Bahkan padi dapat tumbuh di ketinggian 3300 meter di Himalaya. Suhu juga berpengaruh terhadap kecepatan masak tanaman padi, semakin rendah suhu rata-ratanya semakin lama proses masak tanaman padi tersebut.

Fotoperiode sangat berpengaruh pada keadaan setelah fase vegetatif dasar. Di daerah tropis hal ini tidak begitu menentukan karena umumnya panjang hari relatif sama. Padi termasuk tanaman heliopytes, oleh karena itu intensitas cahaya  yang tinggi sangat diinginkan, terutama pada stadia generatif. 

Curah hujan yang dikehendaki oleh tanaman padi adalah curah hujan yang merata selama  pertumbuhan, sekitar 25 - 30 mm/ tahun.

Tanah-tanah yang cocok untuk tanaman padi adalah tanah-tanah lempung berliat sampai liat, namun tanah-tanah Alluvial juga baik untuk tanaman padi. Kisarana pH antara 4,5 - 8,7, jika dilihat dari kisaran pH yang disukai oleh padi, ternyata tanaman padi mempunyai kisaran toleransi yang luas terhadap kemasaman tanah. Selain hal di atas, air juga sangat penting untuk tanaman padi terutama pada periode vegetatif dan pembentukan bulir.

menanam-tanaman
(Sumber foto: pertaninak.blogspot.com)

Pengaruh Fotoperiode (Lamanya Penyinaran Matahari) Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Fotoperiode adalah lamanya atau masa pencahayaan harian matahari, yang berubah-ubah sepanjang tahun. Kisaran fotoperiode yang dialami di suatu daerah berbanding lurus atau meningkat seiring dengan meningkatnya garis lintang wilayah tersebut, misalnya di daerah khatulistiwa panjang hari hampir konstan sepanjang tahun, tetapi garis lintang yang ekstrim di daerah tropika, panjang hari bervariasi antara 10 jam pada musim dingin hingga 14 jam pada musim panas.
Pengaruh Fotoperiode (Lamanya Penyinaran Matahari) Terhadap Pertumbuhan Tanaman
(Ilustrasi)

Berbunga dan berbuahnya jenis tanaman tertentu dipengaruhi oleh fotoperiode. Beberapa akan berbunga jika panjang hari berkurang dan lainnya akan berbunga jika panjang hari bertambah. Pembentukan umbi lapis dan umbi batang merupakan proses pertumbuhan lain yang dipengaruhi oleh fotoperiode. Beberapa spesies sayuran yang dipengaruhi oleh fotoperiode dijelaskan sebagai berikut:

Kerabat Bawang
Ada dua tipe bawang: bawang hari panjang, membentuk umbi hanya dalam hari yang relatif panjang pada daerah garis lintang tinggi; dan yang kedua bawang tropika, membentuk umbi pada garis lintang tropika. Untuk masing-masing keadaan, pembentukan umbi dan perkembangan reproduksi dipacu panjang hari yang spesifik. Berbagai kultivar berbeda dalam kebutuhan lama penyinaran, dan dianjurkan untuk memilih yang dapat membentuk umbi di lokasi yang akan digunakan, kecuali jika bawang itu hanya diusahakan sebagai bawang daun (spiring onions) atau bawang hijau.

Kerabat Legum
Banyak spesies dan varietas legum bersifat fotoperiodik seperti kedelai, beberapa varietas kacang tunggak dan kecipir serta legum lain tertentu merupakan tanaman hari pendek atau lama penyinaran mataharinya pendek dan tidak akan berbunga kecuali jika harinya cukup pendek. Di lokasi sekitar khatulistiwa, yang fotoperiodenya tidak pernah lebih dari sekitar 12  setengah jam atau kurang dari 11 jam, kebanyakan kultivar kedelai berbunga sangat awal (dalam 30 hari) dan ini menimbulkan masalah untuk perkembangan daun yang cukup. Bagi kedelai di daerah selatan khatulistiwa, perlu digunakan jarak tanam yang rapat, sekitar 30 cm untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Kacang tunggak dan kecipir, menunjukkan tanggapan yang beraneka ragam dalam pembungaan, tergantung dari kultivar; beberapa diantaranya relatif tidak peka terhadap fotoperiode, sedangkan yang lainnya akan berbunga hanya pada fotoperiode yang pendek atau berkurang. Kebanyakan kultivar kacang buncis relatif tidak peka terhadap fotoperiode.

Kentang
Kentang membutuhkan hari pendek untuk pembentukan umbi (tubersation). Meskipun kentang tidak cocok untuk dataran rendah sekitar khatulistiwa karena penyakit layu bakteri, pada ketinggian yang lebih tinggi kentang dapat ditanam dan mudah membentuk umbi. 

Banyak kultivar baru terutama kerabat legum, dihasilkan dari persilangan  untuk bersifat hari netral, maksudnya mereka tidak peka terhadap fotoperiode dan dapat ditanam pada musim apapun. Pengalaman setempat sangat membantu untuk menentukan varietas yang cocok untuk tiap lokasi tanam.

Okra
Beberapa varietas okra (Abelmoshus esculentus) peka terhadap fotoperiode dan berbunga hanya pada hari pendek

Beberapa jenis tanaman diatas merupakan tanaman lingkungan tropika yang sangat dipengaruhi oleh lamanya masa pencahayaan hari, hal ini menjadi panduan penting untuk menentukan jenis tanaman apa yang sebaiknya ditanam di daerah beriklim tropik.

Sekian dulu pembahasan kita, sampai jumpa di artikel lainnya.
Salam ...

Senin, 01 September 2014

Cara Budidaya Tanaman Melon (Cucumis melo)

Secara tradisional melon dianggap lebih cocok dibudidayakan di daerah subtropika dan iklim sedang dengan iklim kering saat dilakukan pertanaman musim panas. Tetapi pada kenyataannya dapat diperoleh hasil yang tinggi dan kualitas buah yang baik ketika ditanam di dataran rendah tropika. Seperti pada semangka, hari-hari yang cerah dan unsur hara Kalium yang cukup (sebaiknya gunakan sulfat kalium) diperlukan untuk mendapatkan buah yang manis.

Berikut disajikan hasil dan sifat-sifat khas buah beberapa varietas melon yang ditanam pada para-para kerangka A setinggi 1 m di dataran rendah tropika.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kultivar                   Hasil (ton/ha)      Rata2 berat buah (g)                  Sifat Khas Buah
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
New Diamond            47,5                  1036                               Manis, aroma sedang,  
                                                                                                   daging hijau, pola jaring
Green Ball                  46,6                  949                                 Manis, sedang, daging hijau, halus     
Sugar Ball                   47,0                 934                                 Manis, sedang, daging hijau, halus
Milky way                  39,2                  1175                               Manis, sedang, daging jingga, halus
Red Green                  44,1                  898                                 Manis, sangat enak, daging merah
                                                                                                    jambu, halus
Silver Star                  46,6                  1400                               Manis, sedang, daging hijau, halus
Farmers Yellow 1       23,3                  145                                Kecil, tajam/pedas, cocok untuk acar
Farmers Yellow 2      35,8                   215                                Kecil,tajam/pedas, cocok untuk acar
Jade                            29,2                  226                                 Kecil, tajam/pedas, cocok untuk acar
Hales Best                  44,1                  869                                 Manis, aroma baik, daging jingga, 
                                                                                                     pola jaring
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                                                                  
Budidaya Melon
Pada budidaya melon yang intensif dianjurkan agar tanaman dipelihara pada para-para kerangka A yang pendek (1 m) untuk mendapatkan hasil yang tinggi dan buah dengan kualitas baik. Cara penanaman, jarak tanam dan pemupukannya sama seperti pada budidaya tanaman mentimun. Melon secara normal merupakan tanaman dataran rendah tropika bernilai tinggi, cocok juga untuk di tanam secara hidroponik dan pergiliran dengan tanaman-tanaman lainnya. Umur tanaman ini di dataran rendah tropika berkisar antara 12 sampai 14 minggu.

Perlindungan Tanaman Melon
Tanaman Melon juga dapat diserang oleh hama dan penyakit, tetapi dapat dilindungi dengan cara yang sama dengan perlakuan terhadap semangka, tetapi tanaman melon jauh lebih rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Buah yang telah masak juga sangat disukai oleh berbagai mamalia dan burung.

menanam-tanaman
(Sumber foto: bisnisukm.com)


Ekologi Tanaman Karet (Hevea brasiliensis)

Hevea brasiliensis atau lebih dikenal dengan nama tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang menghasilkan bahan baku karet untuk industri. Karet berasal dari suatu lembah di daerah Amazon brasilia. Sekarang, negara-negara yang menjadi penghasil karet utama dunia adalah Indonesia dan Malaysia, serta negara-negara tropis lainnya seperti Vietnam, Ceylon,Brasil.

Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai variasi suhu, curah hujan dan ketinggian tempat. Walaupun demikian, ketinggian tempat yang diinginkan oleh karet adalah antara 0 - 700 meter dari permukaan laut, dengan kisaran suhu antara 25 - 28 derajat celcius. Tentu saja ketinggian tempat berpengaruh pada umur dapat sadap karet. Dimana, jika karet ditanam pada ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut, tanaman baru matang sadap diumur sekitar 10 tahun sedangkan pada ketinggian di bawah 200 meter dari permukaan laut, umur matang sadap yaitu sekitar 6 tahun.

Tanah yang cocok untuk tanaman karet adalah tanah-tanah yang tidak padat, tidak tergenang air serta memiliki aerasi yang baik. Karet menyukai tanah-tanah masam dan dapat tumbuh baik pada pH tanah dengan kisaran antara 4 - 6,8.

Ditinjau dari aspek penyakit, kelembaban yang terlalu tinggi, baik kelembaban tanah atau kelembaban udara sangat membahayakan tanaman karet. Penyakit-penyakit seperti cendawan akar dan batang sering berkembang dalam kondisi lembab. Akan tetapi, jika suhu terlalu kering, tanaman karet juga tidak tahan karena tanaman karet merupakan tanaman yang dikenal sensitif terhadap kekeringan. Tanaman karet yang mengalami kekeringan akan terlihat merontokkan daunnya. 

Curah hujan untuk tanaman karet adalah 1500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun, akan tetapi lebih disenangi curah hujan antara 2500 - 4000 mm/tahun, yang penting pada pagi hari terutama saat penyadapan tidak ada hujan yang turun di pagi hari.

Angin yang kencang tidak baik untuk tanaman karet. Selain menimbulkan kerusakan mekanis seperti dahan patah-patah atau batang tumbang, juga dapat menurunkan produksi lateks. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak transpirasi yang terjadi.

menanam-tanaman
(Sumber foto: yopiepangkey.wordpress.com)