Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

Faktor nutrisi dalam sayuran

Vitamin merupakan substansi organik yang diperlukan untuk kesehatan dan efktif dalm jumlah-jumlah yang kecil, vitamin A disintesis didalam tubuh, tetapi sintesisnya memerlukan senyawa-senyawa tertentu (karoten) yang diperoleh dari banyak jenis sayuran. Sayuran yang merah dan kuning (seperti wortel dan waluh) terutama kaya akan karoten.

Viatmin A adalah esensial bagi kulit yang sehat dan juga jaringan. Jaringan lain, dan kekurangan vitamin ini akan mempermudah (predispose) kulit dan jaringan epitel terinfeksi oleh jasad penyebab penyakit. Kekurangan vitamin ini juga menyebakan orang jadi rabun malm (poor night vision).

Vitamin E terlibat dalam penyelenggaraan sistem reproduksi dan vitamin K dalam mekanisme pengumpulan darah. Kedua vitamin ini terdapat dalam sayuran daunan dan pucuk tunas, seperti bayam, kubis, selada, asparagus dan lain-lain.

Hampir semua sayuran mengandung vitamin C, tomat, lombok, kentang dan sayuran daunan yang hijau tua terutama merupakan sumber yang kaya. Vitamin C diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan bahan-bahan (interseluler) didalam sel pada jaringan dan tulang, kekurangan vitamin ini menyebabkan terjadinya suatu kondisi yang dikenal sebagai kudis, yang ditandai dengan pembusukan dan pendarahan gusi, rapuhnya tulang dan juga pendarahan internal, ketika dimasak dalam suhu yang berlebihan juga akan mengakibatkan hilangnya seluruh unsur vitamin yang penting. Dalam beberapa keadaan sayuran dapat dimakan mentah sesudah dicuci bersih dengan air masak, atau maksimal dengan memasaknya dibawah suhu rata-rata.

Vitamin B1, B2 dan B6 juga terdapat dalam banyak sayuran, terutama sayuran daun yang hijau tua dan kacang-kacangan, tetapi tidak demikian dengan vitamin B12. kekurangan vitamin B1 dan B2 dinegara negara tropik menyebabkan penyakit beri-beri dan palagra.

"Sayuran merupakan sumber utama mineral dalam proses diet, beberapa mineral penting dipasok oleh sayuran termasuk zat besi, kalsium, dan fosfor. Kalsium dan fosfor bersama dengan vitamin D berperan dalam perkembangan kerangka tubuh dan pembentukan tulang dan gigi yang kuat, kekurangan kalsium dalam darah menyebakan tulang rapuh dan rakhitis, zat besi merupakan unsur penting dalam penyusunan sel darah merah dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia".

Protein, karbohidrat dan serat juga dipasok oleh sayuran, protein terdapat dalam sayuran kacang-kacangan, sayuran daun, dan sebenarnya dalam semua organ tanaman yang dipanen sebagai sayuran, sayuran dibuthkan juga dalam memperbaiki dan mempertahankan jaringan tubuh, sintesis enzim, ko-enzim dan hormon.

Karbohidrat sebagai sumber energi utama kebanyakan diperoleh dari sayuran umbi akar atau tuber seperti ubi kayu, kentang, ubi jalar, ubi talas, dan jagung manis. Peran keharaan sayuran sebagai penyeimbang dalam diet, merupakan dasar suatu definisi bagi kelompok ini dalam ketiadaan suatu definisi yang tepat dan luas cakupannya.

Faktor nutrisi dalam sayuran

Minggu, 15 Juni 2014

Hama Pengganggu Tanaman

Hama merupakan penyebab utama kerugian dalam produksi sayuran, baik oleh kerugian langsung maupun penurunan kualitas, selain penyakit tanaman tentunya.Terdapat beberapa golongan umum hama yaitu: Serangga, Eriophydiae, Tikus dan Mamalia, Siput dan Keong serta Nematoda.

Serangga merupakan kelompok dominan dari hama, tetapi tikus, siput, tikus mondok, dan burung semuanya dapat merusak biji, akar dan daun secara langsung. Di beberapa negara, monyet, landak dan babi hutan dapat menyebabkan kerugian besar,m terutama bagi petani yang lahannya berbatasan dengan hutan atau hutan rimba. Jika kerugian ini tidak tertahankan mungkin perlu untuk memburu hama-hama tersebut.

Ada delapan ordo yang paling penting dari serangga, maka pada tulisan ini akan dibahas secara tuntas ordo-ordo yang dimaksud.

1. Orthoptera
Merupakan hama yang mengunyah, dan mencakup belalang, jangkrik (locust), dan orong-orong. Mereka merupakan serangga yang sangat aktif dan dapat sangat mengganggu dalam usaha pertanian yang berdekatan dengan hutan atau padang rumput liar. Orong-orong menerowong di bawah permukaan tanah dan memakan akar-akar tanaman.

2. Isoptera
Rayap adalah contoh dari ordo ini, merupakan endemik di daerah tropika, tetapi biasanya merupakan hama dari bangunan kayu, tonggak pagar, para-para dan sebagainya. Mereka juga menyerang tanaman berkayu terutama tanaman yang lemah.

3. Thysanoptera
Contohnya, trips. Merupakan serangga penusuk dan penghisap kecildengan panjang 1 - 10 mm, dan biasanya kekuningan, coklat atau hitam. Mereka mempunyai sayap, tetapi biasanya berjalan di atas jaringan tanaman. Beberapa sangat aktif dan dikenali dari kebiasaannya membalik ke atas ujung abdomennya. Mereka bertanggungjawab atas penularan banyak virus, termasuk layu bercak daun pada tomat. Trips tembakau (Thrips tabaci) menyerang tanaman bawang merah, Cucurbita dan Crucifera.

4. Hemiptera
Suatu kelompok serangga penghisap dan penusuk, meliputi banyak hama sayuran penting. Ini mencakup:

Serangga bersisik (scale insects) dan kutu putih duduk (melekat) di permukaan tanaman. Mereka dapat seperti sisik, seperti gal, atau dalam hal kutu putih, tertutup oleh lapisan putih seperti lilin. Pengendalian ketiganya akan dipercepat dengan penambahan minyak parafin (white oil) pada insektisidanya. Mereka mempunyai rentang tanaman yang luas dan seringkali karena kurang hati-hati diintroduksi pada bahan tanaman. Mereka juga mengeluarkan embun madu dan dirawat oleh semut, yang lagi-lagi mengarah pada jamur jelaga. Kelompok ini biasanya tidak mengganggu sayuran yang tumbuh cepat, tetapi dapat menyerang yang tumbuh selama lebih dari tiga bulan; mereka lebih berbahaya pada pohon buah-buahan dan tanaman hias yang mengayu.

Kutu daun (aphids), biasanya dikenal para petani sayuran dan terutama pada bagian tunas-tunas muda. dimana mereka menghisap sari tanaman, bahkan beberapa kepik menyerang akar. Kelompok ini mengeluarkan cairan manis yang dikenal sebagai 'honey dew' (embun madu) dan substansi berlilin putih yang melindungi serangga terhadap semprotan. Embun madu menarik semut dan juga merupakan medium yang sangat baik untuk pertumbuhan berbagai jamur jelaga yang dapat menyebabkan kerugian kualitas yang sangat besar. Kutu (aphids) juga merupakan vektor penting banyak virus; Aphis fabae, misalnya dapat menularkan tiga puluh jenis virus, termasuk mosaik buncis dan mentimun. Mereka pada umumnya dapat dikendalikan dengan insektisida yang ditambah zat pembasah (wetting agent).

Lalat putih, adalah serangga kecil bertabur serbuk lilin putih. Yang paling terkenal adalah Bemisia tabaci yang mempunyai rentang inang yang luas, termasuk kerabat legum, Cruciferae, dan Cucurbita; mereka juga menularkan virus pada buncis dan tomat.

Berbagai kutu tanaman dan kutu perisai merupakan hama aktif sayuran dan pemakan cairan tanaman. Nezara viridula merupakan hama yang tersebar luas pada banyak sayuran tropika. Bahkan beberapa jenis kutu memiliki warna yang cantik.

Wereng (jassids) adalah serangga pemalu yang sering tidak diperhatikan, tetapi beberapa spesies seperti Cicadulina spp merupakan vektor virus garis pada jagung di Afrika dan beberapa bagian Asia. Empoasca lybica menyerang okra, tomat, terong, buncis, dan Cucurbita di beberapa bagian Afrika dan Timur Tengah.

5. Lepidoptera
Ini adalah ngengat dan kupu-kupu yang ulatnya menyebabkan kerusakan berat dengan memakan daun dan menggerek ke dalam buah serta jaringan-jaringan batang. Seperti pada banyak kelompok lain, mereka dapat cepat mendapatkan ketahanan terhadap zat-zat kimia modern, dan yang kemudian merupakan masalah dalam pengendalian. Oleh karena itu, kebersihan merupakan hal yang penting. Sekali hama ini mencapai taraf dewasa, pengendaliannya akan jauh lebih sulit dan buah menjadi rusak sehingga tidak dapat dipasarkan. Kadang-kadang terjadi (outbreaks) perjangkitan epidemik ulat-ulat pemakan daun. Ini cukup mudah dikendalikan pada taraf muda dengan insektisida kontak. Dalam skala kecil, dapat dipertimbangkan untuk memungutnya dengan tangan dan meremas massa telur-telurnya, misalnya pada kupu kubis.

6. Coleoptera
Berbagai kumbang menyerang tanaman baik dalam bentuk dewasa maupun larvanya. Mereka biasanya menggigit jaringan dan seringkali makan pada malam hari. Larvanya dapat menggerek ke dalam jaringan dan daun. Larva kelompok 'cockchafers' (kumbang keabu-abuan), yang merupakan tempayak putih terkenal dengan kerakusan selera makan akar tanaman, mereka sulit untuk dikendalikan.

7. Diptera
 Lalat buncis (Ophiomyia phaseoli), yang belatungnya menyerang leher akar dan tangkai daun buncis, dan berbagai lalat buah (Dacus spp,.) yang menyerang Cucurbita merupakan hama lalat utama pada sayuran. Mereka dapat dikendalikan dengan zat-zat kimia, tetapi kebersihan jauh lebih penting.

8.Hymenoptera
Semut mempengaruhi sayuran terutama karena merawat berbagai Hemiptera, Athalia spp. terkenal sebagai hama Cruciferae di Afrika Timur. Pengendalian dengan penyemprotan sarangnya dengan DDT (tetapi DDT telah dilarang di banyak negara dan bahkan bila penggunaannya diizinkan, harus digunakan sesedikit mungkin).

menanam-tanaman
( Semut dari Ordo Hymenoptera)


Pembahasan tentang Epriophydiae, Tikus dan Mamalia lainnya, serta siput dan keong akan dibahas pada tulisan selanjutnya.